Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 September 2016

Google Tambah Tombol Restart pada Ponsel Pixel

Google Tambah Tombol Restart pada Ponsel Pixel

Google tengah menunggu waktu untuk memperkenalkan telepon seluler pintar terbarunya dengan nama Pixel dan Pixel XL. Ponsel pintar bersistem operasi Android 7.0 Nougat ini akan segera diluncurkan pada 4 Oktober 2016.

Pixel merupakan produk terbaru Google setelah produk seri Nexus. Produsen ponsel atau pihak ketiga proyek ponsel Android Google telah lama mengirimkan ponsel atau tablet mereka dengan berbagai pilihan menu pengaturan. Namun Google selalu hanya menyediakan pilihan tombol shutdown atau Power Off pada perangkat Nexus, yang menjadi proyek ponsel Google, seperti dilansir melalui 9to5Google.com, Kamis, 22 September 2016.

Ponsel Pixel dan Pixel XL, yang segera dirilis, kabarnya akan menyediakan menu Restart pada ponsel pintar tersebut. Informasi ini datang dari sebuah foto yang beredar di dunia maya.

Ponsel dalam foto itu disebut sebagai ponsel Pixel yang akan segera diperkenalkan Google. Ponsel dalam foto menunjukkan sebuah layar dengan dua pilihan menu terpampang di tengah. Menu pertama adalah pilihan Power Off, sedangkan menu kedua adalah pilihan Restart perangkat.

Ponsel dalam foto disebutkan menggunakan sistem operasi beta Android 7.1. Untuk sementara, Google mungkin akan benar-benar menyediakan tombol Restart. Namun sangat memungkinkan pula Google kembali menghilangkan tombol Restart dari perangkat mereka.
Sumber : Tekno Tempo

Google Maps versi 9.37.2 untuk Android Ubah Panah Menjadi Sinar

Google Maps untuk Android Ubah Panah Menjadi Sinar

Aplikasi navigasi peta Google Maps untuk Android baru saja mengubah ikon dalam aplikasinya. Selama ini Google Maps menggunakan bentuk titik bulat berwarna biru sebagai penanda lokasi penggunanya dalam peta online.

Google Maps juga menggunakan tanda panah biru sebagai penanda arah pandangan ponsel atau penggunanya saat itu.

Kali ini, Google Maps melakukan perubahan kecil pada tanda atau ikon berwarna biru tersebut. Google tetap menggunakan titik berwarna biru. Namun Google mengganti bentuk panah menjadi sinar. Arah sinar ini merepresentasikan arah pandang ponsel terhadap bumi, seperti dilansir melalui 9to5google.com, Kamis, 22 September 2016.

Sinar biru juga menyatakan data seberapa akurat arah ponsel Anda. Sinar biru ini menyediakan cara yang mudah untuk melakukan kalibrasi.


Google menyebut ikon ini sebagai lampu senter pembimbing perjalanan. Ikon biru ini tumbuh semakin lebar dan sempit untuk mencerminkan akurasi.

Sinar yang lebar menandakan sensor kompas pada perangkat Anda belum terkalibrasi karena melewati tiang logam atau karena pengisian daya ponsel.

Untuk memperbaiki akurasi, pengguna bisa menggerakkan ponsel mereka membentuk angka 8 beberapa kali. Teknik ini berguna untuk mengkalibrasi dan bisa dilakukan kapan pun.

Jika ikon panah dibandingkan dengan titik sinar, titik sinar ini memiliki ukuran yang lebih besar dan lebih mudah terlihat, terutama pada area-area padat. Perubahan ikon ini akan Anda dapati setelah melakukan pembaruan software Google Maps dengan nomor versi 9.37.2.
Sumber : Tekno Tempo

Download Google Allo Tersedia di iOS dan Android

Google Allo

Google meluncurkan Allo, aplikasi percakapan instan milik mereka. Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui Google Play Store maupun App Store mulai hari ini, Rabu 21 September 2016.

Allo dirancang untuk mempermudah penggunanya mengekspresikan diri sembari melakukan percakapan. Layaknya aplikasi pesan instan lain, Allo menawarkan juga fasilitas seperti stiker dari beragam artis independen hingga emoji, seperti dilansir melalui Engadget.com, Rabu 21 September 2016.

Yang membuat aplikasi ini berbeda dengan kompetitornya, Google sengaja membiarkan penggunanya mengatur sendiri ukuran teks, stiker dan emoji yang akan dikirim. Tombol pengiriman (send button) di sisi kanan aplikasi bisa digunakan untuk memperbesar dan memperkecil setiap pesan yang dikirimkan. Pengguna cukup menekan sambil menggesernya ke sisi atas atau bawah untuk mengatur ukuran yang diinginkan.



Allo juga menempatkan fitur menggambar dalam aplikasi agar pengguna bisa berkreasi lebih jauh saat mengirimkan sebuah gambar atau foto. Fitur menggambar ini memberi pengguna kesempatan menambahkan keterangan pada setiap foto yang dikirimkan.

Allo menawarkan pilihan menjawab cepat untuk setiap teks dan gambar yang diterima. Pilihan menjawab cepat ini akan muncul dibawah pesan terakhir yang diterima pengguna.

Seiring berjalannya waktu, aplikasi akan mampu membaca gaya ekspresi pengguna ketika menjawab sebuah percakapan. Mesin akan mempelajari kebiasan tersebut untuk kemudian menawarkan pilihan jawaban cepat yang tepat sesuai pola komunikasi penggunanya.

Yang paling istimewa dari Allo, Google memasukkan fitur Google Asisten dalam Allo. Fitur ini memungkinkan Google menyediakan jawaban yang tepat dari setiap kebutuhan penggunanya.

Dengan mengetikkan ”@Google” dilanjutkan dengan pertanyaan, layanan mesin pencarian akan menelusuri informasi yang pengguna butuhkan seperti restoran rekomendasi. Google akan menampilkan kartu informasi dari sebuah topik pertanyaan untuk kemudian didalami dengan menelusuri melalui browser.

Fitur Google Asisten ini merupakan bentuk lain dari fasilitas ”Ok Google” dalam bentuk teks. Pengguna cukup mengetikkan pertanyaan secara langsung dalam jendela percakapan tanpa harus keluar dari aplikasi Allo.

Untuk privasi dan keamanan, Allo menawarkan mode Incognito yang mampu mengenkripsi percakapan secara end-to-end , menggunakan notifikasi secara hati-hati dan memiliki batas waktu pesan terlihat. Pengguna hanya perlu menentukan pengaturan waktunya untuk menghilangkan pesan secara reguler. Selain itu percakapan reguler Allo juga tetap dienkripsi oleh Google.

Untuk menggunakan Allo, aplikasi membutuhkan nomor ponsel sebagai akun pendaftaran. Google menyatakan, pengguna Allo bisa mengirimkan pesan kepada pengguna lainnya yang tak memiliki Allo melalui layanan SMS dan aplikasi pesan dari Android.

Sumber : Tekno Tempo

Google Drive Tambah Fitur Untuk Permudah Pencarian Data

Google Drive Tambah Fitur Untuk Permudah Pencarian Data

Pencarian data dalam layanan Google Drive akan semakin mudah. Pekan ini Google menambahkan fitur autocorrect dan pengolahan bahasa alami atau Natural Language Processing (NLP) dalam pencarian.

Pengolahan bahasa alami pada kotak pencarian memungkinkan pengguna untuk menggunakan bahasa sehari-hari atau bahasa informal saat melakukan pencarian. Fitur ini sesederhana memasukkan kata dalam fitur "Ok Google," seperti dilansir melalui 9to5google.com, Kamis 22 September 2016.

Pencarian dengan bahasa sehari-hari memungkinkan pengguna menuliskan perintah seperti "cari lembar kerja budget sejak Desember," atau "tunjukkan presentasi dari Anissa." Pencarian tak lagi harus menggunakan nama judul file atau kata-kata di dalam dokumen.

Secara khusus, Google Drive akan mengubah bahasa alami atau pertanyaan Anda menjadi bentuk tertentu yang kemudian bisa Anda klik.

Drive juga menambahkan fitur autocorrect yang akan memperbaiki kesalahan eja pada kata pencarian. Anda akan menemukan petunjuk atau daftar "Apakah maksud Anda" di bawah bar kotak pencarian layaknya yang disediakan pada Google Search.

Hasil pengolahan bahasa alami akan berkembang lebih banyak setiap kali Anda melakukan pencarian.

Google Drive juga menambahkan fitur kolom baru dan kemampuan untuk mengunduh dokumen yang sekaligus mengubah formatnya dari format asli.

Fitur ini ditambahkan karena pengguna sering mengunggah file dengan format berbeda-beda. Google Drive secara otomatis akan mengubah format data tersebut.

Pembaruan kali ini akan membuat file data asli tetap tersimpan, dan kemudian pengguna bisa mengunduhnya dengan format lain. Pengunduhan data akan secara bersamaan mengubah format data.

Hingga saat ini fitur-fitur baru yang disiapkan Google Drive hanya tersedia untuk pengaksesan melalui Web. Fitur pengubah format bisa ditemukan untuk jenis data dokumen, sheets, dan slides

Sumber : tekno tempo

Google Allo Tembus 5 Juta Unduhan di Android

Google Allo Tembus 5 Juta Unduhan di Android

Meskipun cukup banyak skeptisisme, Google Allo terus menarik peminat. Aplikasi chat baru dari perusahaan Google ini sekarang telah mengumpulkan lebih dari lima juta unduhan untuk Android saja.

Aplikasi pesan instan ini diluncurkan minggu lalu dan dalam waktu singkat berhasil meraih lebih dari satu juta unduhan. Kini tampaknya pertumbuhan Allo lebih cepat dibanding pasangannya yang berfokus pada video, Duo, hingga lima kali.

Google adalah mesin dengan pengaruh besar di era digital. Apakah itu melalui YouTube, Android, Search, Maps, Mail, atau banyak usaha lain, perusahaan dapat mencapai siapa saja dengan koneksi Internet.

Mengingat keahlian tersebut, akan mudah bagi perusahaan untuk menyiapkan aplikasi chat serupa Facebook Messenger, iMessage, atau WhatsApp.

Allo tidak terlihat menjadi layanan pembunuh yang menarik perhatian pada event I/O, 18 Mei lalu. Kekhawatiran atas privasi dan bagaimana fitur Asisten AI baru mengumpulkan data untuk melakukan hal tersebut tidak cukup membantu.

Google juga menghadapi perjuangan yang berat untuk menjaga Allo dan Duo relevan dalam pasar yang ramai, di mana sebagian besar konsumen sudah memiliki aplikasi pilihan mereka.

Jika memperhitungkan faktor iOS, jumlah unduhan saat ini yang menggunakan layanan itu mungkin lebih tinggi. Tapi, dengan Facebook Messenger di lebih dari 800 juta pengguna aktif dan WhatsApp di atas satu miliar, Allo perlu perjuangan panjang untuk dapat menghadapi tantangan yang ada.

Sumber : Tekno Tempo

Menonton Video Youtube Tanpa Internet dengan YouTube Go

YouTube Go

Google baru saja mengumumkan aplikasi terbaru bagi penikmat YouTube yang sering kesulitan menonton video karena keterbatasan internet. Lewat aplikasi baru bernama YouTube Go ini, penonton YouTube dapat mengakses video di layanan tersebut secara offline.

Aplikasi bernama YouTube Go ini memang dirancang khusus bagi wilayah dengan konektivas terbatas. Mengutip informasi dari laman The Verge, Kamis (29/9/2016), aplikasi ini memungkinkan penggunanya menyimpan video di perangkatnya untuk ditonton tanpa koneksi internet.

Tak hanya itu, pengguna juga dapat memilih kualitas video yang disimpan. Jadi, pengguna dapat mengetahui jumlah data yang dipakai ketika mengunduh sebuah video. Yang tak kalah menarik adalah fitur berbagi dengan pengguna lain di dekatnya tanpa memakai data apa pun.

YouTube Go dibuat berdasarkan fitur Smart Offline yang diluncurkan anak perusahaan Google itu di India pada awal tahun ini. Menurut Product Management VP YouTube Johanna Wright, aplikasi baru ini hadir untuk membantu generasi selanjutnya berbagi dan menikmati video.

"YouTube Go didesain dan dibuat dengan masukan yang berasal dari India. Karena itu, aplikasi ini dapat membawa kekuatan video pada pengguna (perangkat) mobile," ujar Wright.

Aplikasi ini diumumkan pada gelaran Google di India bersama beberapa produk yang ditujukan untuk negara tersebut. Pemilik akun Google di India sudah dapat mendaftar untuk mencoba YouTube Go, tapi belum dapat dipastikan apakah aplikasi ini akan mendarat di negara lain.

Kemampuan menonton video tanpa koneksi internet sebenarnya sudah ada di aplikasi YouTube untuk iOS dan Android sejak 2014. Fitur baru ini tersedia bagi sejumlah konten termasuk film, musik video, dan trailer film.

Pada dasarnya, untuk bisa menikmati fitur ini, pengguna harus terlebih dahulu mengunduh video yang diinginkan. Di bagian bawah video terdapat sebuah ikon khusus, yang jika di-tap akan secara otomatis mengunduh video. Selain itu terdapat pilihan kualitas video yang diinginkan.
Sabtu, 26 Maret 2016

Ini Rahasia di Balik Ratusan Mobil "Fast and Furious 7"


Hampir sepekan sudah sekuel ketujuh dari film Fast and Furious atau berjudul Fast and Furious 7 ditayangkan di Indonesia. Seperti sudah sering diberitakan sebelumnya melalui cuplikan resmi, aksi film laga ini menampilkan deretan mobil keren.

Mobil tersebut tidak hanya lalu lalang, tetapi juga "dihancurkan" untuk menambah efek dramatis dari film. Sebanyak 230 mobil dihancurkan dalam proses pengambilan gambar, dari total 340 mobil yang dipakai. Ratusan mobil tersebut diajak ngebut, diterjunkan dari pesawat, sampai beradu tabrakan.

Semuanya menggunakan adegan asli, hanya 10 persen adegan hasil olahan komputer, seperti terbangnya Lykan Hypersport dari atas gedung. Tak heran bila adegan dalam film ini sampai menggunakan 340 mobil untuk proses pengambilan gambar film yang disutradarai James Wan ini. Total produksi film ini menghabiskan biaya 250 juta dollar AS atau setara dengan Rp 3,2 triliun.

Rahasia semua mobil

Dennis McCarthy adalah sosok yang memodifikasi semua mobil. Dennis memberikan struktur dasar yang sama, dengan unit mesin injeksi berdaya 500 tk, serta hanya menggunakan transmisi manual tiga percepatan.

Ubahan ini dimaksudkan untuk meminimalisasi penggunaan suku cadang yang harus digunakan. Selain itu, memungkinkan tim stunt untuk meneliti koreografi setiap adegan tanpa harus mengetahui karakter individu masing-masing kendaraan.

Perbedaan mencolok di antara sekuel lainnya adalah penggunaan mobil-mobil mewah asal Eropa, sebut saja Audi R8, Maserati Ghibli, Aston Martin DB9, Ferrari 458 Italia, sampai Bugatti Veyron juga ikut ambil bagian. Penasaran dengan daftar mobil apa saja yang hadir di Fast and Furious 7? Nantikan artikel selanjutnya. 
Selasa, 27 Oktober 2015

Google Street View Muter2 Kota Bontang

Belakangan ini dalam beeberapa hari ini, masyarakat bontang di kejutkan oleh adanya Mobil Google Street View yang hampir tiap jam menit hilir mudik keluar masuk jalanan di Kota Bontang. Tidak hanya jalan jalan utama , tapi Mobil Google Street View ini juga hilir mudik dan keluar masuk ke kompleks perumahan.

Sebuah akun Facebook Novitasari berhasil merekam aktifitas Mobil Google Street View ini ketika melakukan aktifitas di sekitaran BTN PKT Bontang. Mobil Google View yang di lengkapi peralatan Pemetaan ini keluar masuk gang di Kompleks perumahan Karyawan Pupuk Kaltim itu.





Google Street view muter2 BTN Pkt
Posted by Novitasari on 27 Oktober 2015

Mobil yang di gunakan oleh Team Google Street View adalah Mobil jenis SUV Chevrolet Captiva, yang tentu saja merupakan Mobil Amerika.Mobil Captiva ini tentu saja di lengkapi oleh peralatan Canggih guna Melakukan Tugas pemetaannya.Kamera 360 derajat yang canggih itu telah dilengkapkan kedalam mobil tersebut yang digunakan untuk memotret daerah sekitar yang sangat terpencil. Daerah yang sangat terpencilpun akan dilalui oleh mobil tersebut demi kelancaran pembaruan google maps yang digunakan setiap orang jika dalam berpetualang diluar kota.

SO, Buat Kamu Warga Bontang.... ini Saatnya NARSIS di Depan Teras sambil menunggu Kedatangan Mobil Google Street View. EH, iya Jangan Lupa Bawa Spanduk Besar atau apalah bisa Juuga Akun FB kamu atau Akun Twitter Kamu , kan skalian Promosi Gratis kalau masuk ke Google Street View. Eh, Bisa Juga lho Foto FOto Produk jualan kamu...
Sabtu, 25 April 2015

Google Segera Rilis Google Glass Versi Kedua

Google sudah menghentikan pembuatan Google Glass Explorer Edition. Meskipun begitu, mereka tetap bersikeras bahwa Google Glass akan muncul di pasar.

Mereka bahkan telah menunjukkan Tony Fadell, CEO Nest, untuk mengepalai divisi pembuatan Nest. Walau belum diketahui kapan pastinya Google Glass akan kembali muncul di pasar, tetapi salah satu mitra Google dalam pembuatan Glass mengatakan bahwa Glass tidak lama lagi akan kembali muncul di pasar.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Massimo Vian, CEO dari Luxoticca, perusahaan pembuat kacamata asal Italia, mengatakan bahwa Glass generasi kedua sebentar lagi akan dirilis. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Luxoticca akan meneruskan kerja sama mereka dengan Google untuk memastikan Glass memiliki desain yang penuh gaya.

"Google mulai memikirkan ulang tentang konsep dari versi ketiga dari Glass," kata Massimo dalam sebuah pertemuan para pemegang saham. "Yang Anda lihat sebelumnya adalah versi pertama. Dan sekarang kami sedang membuat versi kedua."

Masih belum jelas apa maksud Massimo saat dia mengatakan Google berencana untuk merombak konsep dari Glass generasi ketiga mengingat saat ini Glass generasi kedua bahkan belum diluncurkan. Satu hal yang pasti adalah Luxoticca tampaknya akan terus membantu Google dalam hal desain dari Glass.

Luxoticca dikenal karena beberapa merek buatannya seperti Oakley dan Ray-Ban. Jika Luxoticca berhasil membuat desain Glass menjadi lebih menarik, mungkin akan ada lebih banyak orang yang tertarik untuk membeli Glass versi kedua. (theverge) ::Metrotvnews.com::

Gambar Android Kencingi Apple Muncul di Google Map

Kita semua tahu bahwa Google dan Apple adalah rival abadi. Keduanya saling beradu untuk menjadi yang terbaik dan menguasai pasar perangkat mobile. Persaingan tersebut pun kadang menghasilkan sesuatu yang unik dan menggelikan, seperti pada penemuan gambar di Google Map kali ini.

Baru-baru ini, ditemukan sebuah gambar di Google Map yang menggambarkan Android sedang mengencingi Apple. Entah siapa yang menaruh gambar tersebut, namun jelas bahwa siapa pun yang melakukannya bukanlah fans Apple.

Gambar tersebut pertama kali ditemukan Cult of Android di Google Map wilayah Pakistan. Gambar tersebut hanya muncul pada mode map, sehingga tak akan terlihat jika Anda berada di mode citra satelit. Itulah mengapa Cult of Android menyimpulkan bahwa gambar tersebut adalah buatan seorang (atau sekelompok) fans Android di negara tersebut.

Tidak hanya itu, gambar misterius tersebut ternyata juga ada versi lainnya. Satu mil arah timur dari gambar Android tersebut, terdapat pula sebuah gambar dengan kalimat "Google review policy is crap" di sampingnya. Gambar tersebut dibuat di atas peta sebuah bagian peta yang berwarna hijau. Hingga kini, masih belum ada tanggapan resmi dari Google mengenai gambar misterius di Google Map ini. (The Verge) ::Metrotvnews.com::